Selasa, 17 Mei 2016

Kesendirian

Gagak-gagak berteriak resah,
menderu terbang ke kota:
salju bakal turun segera –
bahagia – dia yang masih berumah!


Kini kau terpaku bisu,
berpaling, ah! Sudah sedemikian lama!
Mengapai kau yang dungu
lantaran dingin, kabur ke dunia?


Dunia – sebuah gapura
ke seribu gurun bisu dan dingin!
Dia yang kehilangan yang darimu sirna,
tak dapat berlabuh di mana ingin.


Kini kau terpaku pasi,
terkutuk kembarai salju,
Bagai asap yang tak henti
mencari langit kian beku.


Terbanglah, burung, raungkan
dendangmu separau burung-gurun! –
Benamkan, kau yang dungu,
kalbu barahmu dalam cemooh dan salju.


Gagak-gagak berteriak resah,
menderu terbang ke kota:
salju bakal turun segera –
bahagia – dia yang masih berumah!


Oleh:
Nietzsche

0 komentar:

Posting Komentar