Senin, 16 Mei 2016

Aku, Rindu dan Sepi Ini

Gemercik hujan mulai membasahi jemari tangan
Membiarkan rintik airnya terjatuh dalam genggaman
Terasa dinginya senja itu.. saat itu.. kala itu...
Begitu dingin.. sedingin perasaan ku

Rasa yang membeku dan membatu selepas kau pergi
Rasa yang hambar sebab tiada hadirmu
Oh.. sulit tuk ku lukiskan sakit nya… pedihnya

Sepi ini kian menusuk ku..
Menghujam kesendirian yang pahit
Sepi ini nyaris menikam ku
Bersama kerinduan yang menyiksa bathinku

Sendiriku memunguti sepi
Menangguk awan berarak diterik mentari
Lenguh nafas letai tak surutkan gelombang laut yang membuncah
Karang yang mengonggok tak pernah kesal
Selalu merindukan hentakan gelombang

Sendiriku memunguti sepi
Dipadang-padang gersang
Ditebing-tebing curam
Tak lagi ada nyanyian bocah memanggil angin
Untuk menyampaikan rindu pada rembulan

Sendiriku memunguti sepi
Membawaku pada kembara tak berujung
Dan ketika letih jiwa kian nanar
Nalarku tersangkut diawan
Mencari sepi yang kian pudar.
Yang kini entah dimana

Andai sepi ini milikmu
Andai rindu ini milikmu
Mungkin saja tiada ku rasakan pedih tak bertepi layaknya kini..

Diamku yang ramai…
Bayang hati mu yang damai…
Semakin menyiksa ingin di dekat mu…

Inilah keheningan rindu..

0 komentar:

Posting Komentar