Kamis, 26 Mei 2016

Apa itu Rindu?

Ya, ini sebuah pertanyaan kepada kita semua yaitu saya dan Anda. Rindu, Sebuah kata yang sering kita dengar sehari hari, namun terkadang kita lupa bahkan tidak tahu apa arti "rindu" itu sendiri. Bagi anak-anak muda terutama yang tengah dilanda asmara, mungkin rindu itu adalah ketika ingin bertemu kekasihnya. Bagi seorang anak yang merantau jauh, berarti ingin berjumpa dengan orang tua dan keluarganya. Melihat artinya dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI), Rindu itu adalah "sangat ingin dan berharap benar terhadap sesuatu". Ya, hal ini seperti kita sampaikan sebelumnya, sangat ingin dan berharap kepada sesuatu. Rindu kampung, artinya berharap berjumpa dengan kampung alias ingin pulang kampung. semakin jauh dan semakin lama meninggalkan kampung biasanya akan semakin rindu akan kampung halaman. Saya disini hanya ingin sedikit berbagi tentang "arti rindu" dalam makna sehari-hari sebagaimana yang kita alami, jika yang tertulis di KBBI mungkin hanyalah "teori" yang berarti hanya "sebuah kata", tetapi dalam keseharian, rindu itu kita rasakan bukan hanya sekedar ungkapan kata saja. Seperti kata perjuangan, usaha atau berani, mungkin tanpa melihat KBBI pun kita tau apa itu berjuangan dan apa itu keberanian, tapi pada aplikasinya berapa banyak yang sanggup dan benar-benar dapat merasakan perjuangan dan arti keberanian? Tentu tdk banyak! Begitu juga dengan Rindu. Kita boleh mendefinisikan atau mengungkapkannya dengan berbagai cara. Tetapi, sekali lagi, rindu adalah masalah rasa. Adapun, maksud saya menulis ini bukanlah ingin membahas tentang rasa rindu dalam percintaan, apalagi perihal percintaan anak-anak remaja yang masih "alay", terlebih rindu seperti yang di tampilkan sinetron. Yang butuh puluhan bahkan ratusan puisi untuk mengungkapkanya. Sama sekali bukan! Itu tentang rasa rindu dalam aspek kehidupan yang menyeluruh dalam kehidupan kita. Sebagai contoh, Seorang mahasiswa saat ini bosan dengan kegiatan kampus, tugas yang menumpuk apalagi jika dosen yang kiler, rasa-rasanya waktu terhenti dan pinginnya cepat berlalu. Tapi ketika selesai kuliah, setelah wisuda dan dapat gelar sarjana. Bahkan sudah bekerja dan berkeluarga, rasanya ingin kembali ke masa kuliah, ingin berkumpul bersama teman-teman semasa kuliah, walaupun tugasnya menumpuk. Tetapi dengan tugas menumpuk itu kita dapat merasakan bagaimana indahnya berkumpul dengan teman-teman seperjuangan. Rindu akan dosen yang killer. Contoh lain lagi, ada seseorang yang sangat peduli (biasanya ini dialami oleh cewek) kepada Anda, tapi Anda mungkin merasa sok jual mahal, mungkin pada saat itu Anda banyak yang peduli, mungkin karena kecantikan anda(karena anda merasa cantik)? Mungkin merasa pintar? Kaya? atau sejenisnya? Pada saat itu anda mungkin tidak begitu menghargai sebuah kepedulian seseorang, walaupun kepedulian itu ada mungkin nilainya tidak begitu besar, kenapa bisa demikian? Hal ini terjadi karena mungkin yang peduli kepada anda. Ketika hari ini, rasa kepedulian itu sedikit demi sedikit mulai berkurang kepada Anda, maka Anda pun merasa butuh kembali rasa kepedulian yang pernah tulus diberikan (sese)orang kepada Anda ataupun kita. Disaat jumlah kepedulian itu sedikit, baru kita merasakan begitu berharganya sebuah kepedulian dari seseorang. Disaat seseorang telah mengalihkan kepedulian kepada yang lain, karena mungkin ditempat yang lain lebih 'berharga' sebuah kepeulian, baru Anda sadar bahwa berapa nilainya sebuah kepedulian atau betapa pentingnya orang yang begitu peduli dengan Anda. karena kita telah tidak bisa memiliki, saat itulah kita merindu akan sosok yang seperti itu. Hal ini juga berlaku seperti kepedulian dan kasih sayang dari orang tua kita, disaat beliau masih sehat, mungkin saat masih jaya yang mana segala keinginan kita mampu dipenuhi. saat itulah kita tidak begitu menghargai orang tua kita, dengan seenaknya kita minta dibeli ini dibeli itu. Kalau tidak dibeli kita marah, berkata dengan kasar dan bahkan akan mengancam. Ketika beliau sudah tua ketika sudah lemah tak berdaya atau ketika beliau sudah tiada, baru kita merasa kehilangan. Baru kita merasa merindui sosok yang seperti itu kembali yang pasti tak ada penggantinya lagi. Kembali kepada pertanyaan apa itu Rindu? Rindu itu tak cukup hanya sekedar kata-kata untuk mengungkapkannya seperti yang dikatakan dalam KBBI, tapi ini masalah rasa dan masalah jiwa. Dimana kondisi kita lebih banyak menyesal karena kita tdk mempergunakannya dengan sebaik-baiknya ketika kesempatan itu ada. dan sering kita sesali, ketika itu telah tiada. Jadi benar seperti kata orang bijak, Syukurilah apa yang kita miliki sekarang, sebelum ia pergi dan tak pernah kembali. Jadi, kembali kepada kepada pribadi kita sendiri, mensyukuri apa yang kita miliki, atau...(silahkan isi sendiri). Jadi, jangan sia-siakan orang yang begitu peduli pada Anda saat ini, sebelum dia pergi dan takkan pernah kembali untuk Anda.

0 komentar:

Posting Komentar