Oleh
Bertrand Russel
Wahai Sukacita, sukacita pegunungan
Hingga lunglai dalam pertarungan yang dilangsungkan,
Saat masih melekat kulit rusa suci,
Sedang lainnya telah terbantai,
Dalam riang memancar merah memabukkan,
Darah domba gunung yang terkoyak-koyakkan,
Kemenangan binatang buas mencakar-menerkam
Dipucuk bukit, tempat matahari tersangkutkan
Hingga pegunungan Phrygia dan Lydia
Bromios memimpin jalan kesana.
Akankah dia datang padaku, selalu datang,
Tari-tarian panjang, teramat panjang
Sejak gulita malam hingga bintang-bintang pucat menghilang?
Akankah kurasa embun ditenggorokan dan desauan
Angin dirambutku? Akankah kaki-kaki putih kita berkilauan di kolong langit, dikeremangan?
Duhai kaki-kaki rusa yang menyelinap ke hijau hutan, sendiri di rerumputan dan keindahan;
Lepaslah binatang buruan, lepaslah dari ketakutan,
Terbebas dari perangkap dan ancaman mematikan.
Namun masih ada suara nun jauh di sana,
Gaung suara, rasa waswas, dan anjing pemburu tergesa-gesa,
Wahai kerja yang mmengasyikkan, tunggang-langgang berlarian,
Menuju bengawan dan celah-selah pegunungan –
Ini keriangan atau kecemasan, wahai kaki-kaki lincah beterjangan?
Ke padang-padang elok sunyi, jauh dari ancaman insan,
Hingga tak terdengar suara, di tengah rimbun hijau belantara,
Makhluk-makhluk lemah hidup sembunyi di dalam rimba
Minggu, 31 Juli 2016
(Tanpa Judul)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar